Luka Putus Cinta

Luka hatiNah ini dia, tema yang paling sering ku dengar, lihat, dan alami dari sekitar. Tiap orang pasti setidaknya pernah mengalaminya. Entah itu terjadi dengan berbagai alasan dan sebab sih. Yang namanya luka ya pasti sakit, namun untuk luka putus cinta ini perlu waktu untuk menyembuhkannya. Luka di kulit aja perlu waktu untuk sembuh, begitu juga luka hati. Tapi tiap orang berbeda lama penyembuhannya tergantung dari kemauannya untuk sembuh,bukan dari berat atau ringannya masalah. Ekspresi yang sering terlihat kalo gak nangis, marah-marah, emosi, trauma,kesedihan berlarut-larut ada juga yang jadi takut memulai hubungan ataupun jadi gak membuka diri. Ini masih mending, nah, kalau orangnya jadi berniat bunuh diri, melarikan diri ke miras, narkoba, kandas sekolah, gak ada gairah hidup, ini kan lebih BAHAYA! Jangan berpikir pendek gitu ya kawan. Masih ada hal baik menunggumu di depan mata kok.

Luka hati mang bisa menimbulkan efek yang luarbiasa, namun hendaknya ini dijadikan proses untuk mematangkan jiwa bahkan membuat mereka menjadi cerdas dan kreatif. Maksudnya kreatif disini, coba pikirkan berapa banyak lagu indah tercipta dari luka putus cinta, kata-kata puitis dan dalam di buku diary para remaja yang terurai (waw,waw..). Kebanyakan orang yang menunjukkan luka putus cintanya jadi titik balik dalam kehidupannya. Toh, tiap orang pasti punya masa lalu, past, dengan penderitaan masa lalu itulah lita memiliki rasa menyesal dan dari situlah ada perbaikan diri. Masa depan, future, dibangun berdasarkan pengalaman di past dan future– nya. Cobalah “nikmati luka itu dahulu” sebagai renungan diri and then keluar dari luka itu.

Jika kita sendiri yang mengalami sebaiknya mencari tempat share persoalan ke seseorang yang kita percaya (gak usah ke psikiater dulu ya, mahal, hehe). Tapi untuk menceritakan hal itu butuh kemauan dan keberanian dari orangnya untuk cerita. Jangan dipendam sendiri dan akhirnya gak ada yang nolong padahal bisa saja ini sumbernya karena diri sendiri yang tidak mau cerita. Bicaralah kalau memang merasa perlu untuk bicara. Minta tolonglah kalau memang merasa perlu ditolong.

Nah, bila kita ada di posisi sebagai pendengar (tempat curhat) bantu orang-orang ini untuk keluar dari masalahnya dengan menjadi tempat curhat, menumpahakan segala perasaannya. Dengan begitu ia merasa tidak sendiri, efek penolakan yang ia alami makin dikurangi. Walaupun yang bisa kita lakukan sekedar memposisikan diri sebagai temennya dalam menjalani dan melewati luka tersebut. Bersabarlah dan jadi pendengar yang baik dahulu^^.

The last, luka hati memang sakit tapi jadikan pelajaran untuk kedewasaan diri. Jangan terlalu lama terpuruk. Ada orang yang ingin menolongmu untuk sembuh dari luka itu jika kamu mengijinkannya membantu. Hidup harus terus berjalan dan kamu harus bangkit. Karena peristiwa yang sudah terjadi tidak dapat diubah. Yang kamu bisa lakukan ada melihat sisi baik dari apa yang kamu alami untuk interospeksi diri dan menjadi baik kedepannya. Jangan lupa, maafkan orang yang telah melukaimu. Itu akan membantu melegakan hatimu juga.

Terimakasih^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s