Mengenal Jenis Keju Lebih Jauh

Keju? Adakah yang tidak tahu dengan makanan yg satu ini? pasti sebagian besar orang tahu dan sering mengkonsumsi keju, baik itu di pizza, makanan rumah, roti,dll. nah untuk lebih mengetahui tentang keju yang selama ini kita makan dan jenis-jenis keju yang ada di dunia berikut saya ulas sedikit.

  • KEJU EDAM

Edam (bahasa Belanda Edammer) adalah keju yang berasal dari Belanda yang secara tradisional berbentuk bulat dan berwarna kuning terang dan dibungkus dengan parafin dan malam berwarna merah. Keju ini dinamai demikian karena pertama kali dibuat di EdamHolland Utara. Edam yang berumur setidaknya 17 minggu dibungkus oleh malam berwarna hitam, bukan merah atau kuning.

KEJU EDAM

Keju Edam memiliki rasa yang sangat lembut, sedikit asin atau terasa seperti kacang, keju ini juga tidak berbau bila dibandingkan keju lainnya.Keju ini juga memiliki kandungan lemak jauh lebih rendah dibandingkan keju tradisional lainnya sebanyak 28 persen dengan kandungan protein sebanyak 25 persen. Keju Edam yang modern jauh lebih lembut dibandingkan keju yang lain, seperti Keju Cheddar, karena kandungan lemaknya yang lebih rendah.

  • KEJU GRUYERE

Gruyère adalah keju bertekstur keras yang dibuat dari susu sapi mentah dari daerah Gruyère di Swiss. Keju Gruyère dinamakan sesuai dengan desa tempat keju ini pertama kali dibuat. Kulit keju ini berkeriput dan berwarna coklat alami. Keju Gruyère memiliki kemiripan dengan keju Emmental, namun keju Gruyère memiliki warna kuning yang lebih gelap. Selain itu, proses pematangan Gruyère lebih lama dibandingkan dengan Emmental sehingga teksturnya lebih padat dan rasanya lebih tegas.

Keju ini berbentuk bundar dengan ukuran diameter 58 sampai 66 sentimeter dan tinggi 10 hingga 13 centimeter. Berat dari keju ini sekitar 20 sampai 45 kilogram. Kulit keju ini memiliki warna coklat dan bertekstur kasar dan licin. Keju ini memiliki lubang-lubang kecil di bagian dalamnya. Lubang-lubang tersebut memiliki diameter antara 4 sampai 5 milimeter.

Gruyere-Cheese

Keju Gruyère dibuat dengan menggunakan susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Susu ini diperoleh dari sapi-sapi yang diberi makan rumput pada musim panas dan jerami pada musim dingin. Susu tersebut haruslah segera diproses dalam waktu 18 jam setelah pemerahan. Untuk membuat keju Gruyère dengan berat 35 kilogram, dibutuhkan susu sapi sebanyak 400 liter. Susu tersebut dipanaskan dengan suhu 34° C kemudian rennet ditambahkan. Dadih susu kemudian dihancurkan lalu dimasak sambil diaduk. Kemudian dadih tersebut dicetak dan ditekan selama 16 jam untuk menghasilkan tekstur yang keras dan padat. Setelah itu, keju direndam dalam air asin selama delapan hari. Tahap selanjutnya adalah pematangan, selama sekitar 5 hingga 12 bulan. Keju Gruyère Amerika dimatangkan selama 3 bulan, sedangkan keju Gruyère Swiss dimatangkan selama minimal 5 bulan.

  • KEJU EMMENTAL

EmmentalEmmentalerEmmenthal, atau Emmenthaler adalah keju dari Swiss yang dibuat dengan susu sapi mentah dan memiliki banyak lubang atau “mata” yang berukuran besar. Keju ini dikenal sebagai “keju Swiss” di Amerika Utara walaupun keju Swiss tidak selalu merujuk kepada Emmental. Tiruan keju Emmental di Norwegia dikenal dengan nama Jarlsberg. Keju ini mendapatkan namanya dari daerah asalnya yaitulembah Emme di Canton Bern

EMMENTAL

Bentuk dari keju Emmental adalah bulat dengan diameter 76 hingga 94 centimeter dan tinggi yang berkisar antara 18 hingga 25 sentimeter. Sedangkan berat dari keju ini antara 60 sampai 130 kilogram. Warna dari keju ini krem pucat atau kuning, sedangkan kulitnya berwarna coklat kekuning-kuningan. Keju ini terkenal memiliki lubang-lubang yang berukuran besar dan banyak. Karena sifatnya yang mudah meleleh, keju Emmental sering digunakan untuk roti lapis bakar, fonduequiche dan burger keju.

Pembuatan keju Emmental memiliki kemiripan dengan keju Gruyère. Keju Emmental dibuat dengan menggunakan susu mentah dari sapi yang diberi makan jerami. Susu tersebut dikentalkan dengan bakteri lalu dicetak. Keju yang sudah dicetak dibalik sesekali untuk pengeringan lalu direndam dalam air asin dan dimatangkan dalam gua. Pematangan dilakukan di ruangan yang cukup dingin selama dua minggu. Kemudian keju-keju dipindahkan ke ruangan yang lebih hangat selama enam sampai delapan minggu agar terjadi proses fermentasi. Selama proses fermentasi, keju-keju menghasilkan karbondioksida yang tidak dapat keluar karena kulit keju yang tebal. Gas karbondioksida tersebut lalu membuat lubang-lubang pada keju Emmental

  • KEJU GAUDA

Keju Gauda adalah keju yang berasal dari Belanda. Cirinya, daging keju bertekstur agak keras di bagian luar dan lembut di bagian dalam, dengan warna kuning susu.

keju-gouda-sgf

Proses pembutan keju yaitu pertama-tama yaitu mengaduk susu dengan bakteri menguntungkan lactobacillus dan enzim rennet atau renin. Pengolahan itu berfungsi untuk memecah protein susu dari air sehingga diperoleh pati susu yang dikenal dengan dadih. Dadih susu itu yang akan jadi bahan utama pembuatan keju. Bobot dadih yang diperoleh biasanya hanya 10 persen dari total susu yang digunakan. Jadi, bisa dibayangkan, mengapa harga keju cukup mahal. Dadih susu itu kemudian dimuat dalam cetakan kotak, persis seperti pembuatan tahu. Dadih yang tercetak lalu direndam air garam dalam komposisi yang telah diatur sehingga nantinya diperoleh keju dengan rasa yang gurih dan nikmat.

Sementara keju gouda yang telah melalui proses perendaman air garam akan diperam dalam ruang dingin bersuhu 15-16 derajat celsius dengan tingkat kelembaban 80 persen. Lama pemeraman akan sangat menentukan tekstur keju yang dihasilkan dan penggunaannya dalam konsumsi.

Untuk itu, dibagi atas tiga macam keju, yakni young cheese, middle cheese, dan old cheese. Young cheese yang tak lain keju muda ini memiliki usia pemeraman 1,5 bulan sampai 2 bulan, dengan tekstur lembut, sehingga bisa langsung dikonsumsi. Sebaliknya old cheese atau keju tua, usia pemeramannya bisa mencapai 8 bulan, dengan tekstur cukup keras sehingga cocok diolah untuk kue kering. Sementara middle cheese atau keju menengah, dengan usia pemeraman 4 bulan, memiliki tekstur lebih kenyal dibandingkan dengan keju muda, dan cocok sebagai bahan tambahan pada masakan.

  • KEJU MOZARELLA

Mozzarella adalah keju Italia yang dibuat dengan cara diputar dan dipotong, karena dalam bahasa Italiamozzare berarti memotong.  Keju ini dibuat dari susu sapi ataupun susu kerbauMozzarella di bufala dibuat dari susu kerbau, sementara mozzarella fior di latte dibuat dari susu sapi yang di pasteurisasi. Mozzarella segar umumnya berwarna putih, namun dapat berwarna kuning terang tergantung makanan sapi/kerbau yang diambil susunya. Tekstur keju ini lembut dan berkadar air tinggi. Pada umumnya, keju yang dibuat pada hari itu, dimakan pada hari itu juga. Walaupun demikian, keju ini dapat bertahan hingga satu minggu bila direndam di air garam Mozzarella dengan kadar air yang rendah dapat disimpan di lemari es hingga satu bulan, dan dapat bertahan lebih lama bila dijual dalam kemasan hampa udara. Mozzarella berkadar air rendah yang sudah diparut dapat disimpan hingga 6 bulan. Keju ini digunakan pada pizzalasagna, atau dimakan dengan irisantomat dan basil pada hidangan insalata caprese.

MozzarellaCheese

Mozzarella umumnya memiliki bentuk bundar seperti bola, tetapi banyak bentuk-bentuk lain dari keju ini, antara lain “Bocconcini” (suapan), “Ciliegine” (ceri kecil), “Nodini” (simpul kecil), “Pizzaiola” (balok) dan “Ovoline” (telur). Berat dari keju ini sekitar 200 hingga 795 gram. Warna dari keju ini putih porselen dengan kulit yang sangat tipis dan halus. Ketika keju ini dipotong, ia akan menghasilkan cairan putih yang beraroma susu. Mozzarella yang dibuat dengan susu sapi tidak sehalus Mozzarella yang dibuat dengan susu kerbau. Keju Mozzarella dijual di Italia bersama dengan air dadihnya untuk menjaga kesegarannya. Keju ini merupakan keju segar yang harus langsung dimakan dalam beberapa hari setelah pembuatan.

Keju ini dibuat dengan pertama-tama memanaskan susu dengan suhu 33-36 °C dan rennet pun ditambahkan. Dadihnya kemudian dipisahkan dan dipotong-potong menjadi seukuranhazelnut agar menjadi lebih cepat kering. Setelah itu, dadih didiamkan selama lima jam hingga mencapai angka pH paling tidak 5.2 sebelum dadih tersebut siap dipintal. Dadih-dadih kemudian dimasukkan ke dalam air panas dan apabila dadih tersebut menjadi lembut dan membentuk untaian maka ia telah siap untuk diadoni. Ketika diadoni apabila dadih menjadi pecah berarti ia tidak cukup asam dan harus didiamkan lebih lama. Ketika dadih siap diadoni, dadih tersebut akan dipotong menjadi potongan kecil dengan disirami air panas. Setelah itu, keju diadoni dan dibentuk sesuai keinginan. Keju Mozzarella yang sudah selesai dibentuk kemudian ditaruh dalam air dingin untuk menjaga bentuknya lalu disimpan dalam air garam

Daftar pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Gruyure

http://id.wikipedia.org/wiki/Keju_Edam

http://id.wikipedia.org/wiki/Keju_Emmental

http://id.wikipedia.org/wiki/Mozzarella

http://travel.kompas.com/read/2012/10/08/16455339/Melirik.Pembuatan.Keju.Gouda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s